Nostalgia Silent Hill 2 PC Gamer (Maret 2014): Suara dan Interpretasi Monster

Sebagai seorang yang menggunakan PC sebagai platform gamingnya, salah satu majalah yang saya lirik untuk mengamati perkembangan game adalah PC Gamer. Salah satu rubrik di majalah ini adalah Reinstall: Classics Revisited. Rubrik ini mengulas (lagi) game-game zaman dulu yang pernah ngetop. Pada edisi Maret 2014 ini, rubrik PC Gamer edisi Amerika  mengangkat game survival horror yang sangat ngetop pada zamannya(dan masih dicari saat ini): Silent Hill 2.

Apa yang perlu dibahas sehingga Silent Hill 2 diulas ulang oleh Andy Kelly? Suaranya. Rubrik tersebut berjudul “Subversion of traditional game design is a crucial part of it” How sound makes Silent Hill 2 a horror masterpiece. Andy merasa bahwa salah satu elemen yang paling menakutkan dari Silent Hill2 adalah suaranya.

PC Gamer USA March 2014: Reinstall: Classics Revisited

PC Gamer USA March 2014: Reinstall: Classics Revisited

Contohnya saja suara statis (Indonesia: kresek-kresek) dari radio James yang selalu membuat kita tegang dan mempersiapkan senjata kita. Namun, saat di penjara bawah tanah, ketika suara itu mulai berbunyi, ternyata tidak ada apa pun yang menunggu kita. Jadi, tim Silent (pengembang Silent Hill 2) meruntuhkan sesuatu yang kita percayai dari awal (suara statik adalah tanda monster akan keluar, namun ternyata tidak selalu seperti itu). Ini tidak hanya membuat nyali kita ciut, namun juga menguatkan dugaan kita bahwa James mungkin saja tidak seratus persen waras.

Salah satu efek suara  yang menakutkan lagi adalah saat di hutan. Ketika James berjalan dalam kabut, kita mendengar suara tapak kaki di belakang James. James berhenti, suara itu pun berhenti. James berbalik, tidak ada apa pun di belakangnya.

Begitu juga saat di apartemen, seluruh ruangan sunyi senyap, kecuali suara berbisik yang lirih dan tidak jelas. Hal ini membuat pemain berpikir, apakah memang ada suara terdengar, ataukah memang game ini telah membuat kita benar-benar ketakutan. Elemen suara ini juga yang membuat game Dead Space tampil prima: suara langkah kaki di saluran ventilasi, besi yang terlempar karena tersandung kaki, dan suara berbisik yang tidak jelas. Sepertinya EA Redwood juga mengambil ide Silent Hill 2 ini.

Andy juga memuji komposisi musik Akira Yamaoka sebagai hal yang sempurna. Bahkan, seperti saya, Andy bisa mendengarkan soundtrack ini sebagaimana sebuah album musik. Sebagaimana lagu-lagu Silent Hill 2 yang masih tersimpan di handheld saya dan sering saya dengarkan, Andy juga memasukkannya dalam iPodnya selama hampir sepuluh tahun ini.

Namun, ada hal yang lebih menarik bagi saya di ulasan ulang Silent Hill 2 PC Gamer ini: interpretasi simbolisme monster di game survival horror ini. Andy memang tidak mengulasnya dalam artikel utamanya. Ini hanya sekadar box dalam artikel. Namun, ini menguatkan keyakinan saya akan teori bahwa monster di Silent Hill 2 menyimbolkan apa yang terjadi pada kisah hidup James.

Silent Hill 2 Monster Interpretation

Silent Hill 2 Monster Interpretation

Ada empat monster yang ditampilkan di sini:

Lying figure

Pasien rumah sakit yang bergerak-gerak aneh karena kesakitan. Ini merupakan manifestasi dari penderitaan di dalam jiwa James.

Mannequin

Makhluk aneh dengan anggota badan yang berupa kaki wanita semua yang terpasang secara terbolak-balik. Ini menyimbolkan frustasi seksual James.

Abstract daddy

Ada yang menyebutnya sebagai monster pintu. Dengan bentuk yang berkonotasi seksual (betulkah? Saya tidak merasakan hal itu), monster ini mewakili perlakuan kejam (secara seksual?) yang dialami Angela oleh ayahnya.

Nurse

Perawat rumah sakit dengan benjolan tumbuh di kepalanya. Monster ini melambangkan sakit Mary yang tidak tersembuhkan.

Andy menyarankan pembaca PC Gamer untuk memainkan Silent Hill 2 (lagi) di era hardware yang sudah maju ini. Hanya saja ia berpesan untuk mendownload patch resolusi sehingga Anda bisa memainkannya dalam resolusi saat ini. Saya sendiri sudah menuliskan cara mengutak-atik file eksekutabel Silent Hill 2 sehingga bisa cocok dengan layar lebar (widescreen) saat ini dan cocok dengan resolusi layar monitor Anda.

Walaupun Andy mengulas suara yang menjadi elemen penting game survival horror klasik ini dan menyarankannya untuk memainkannya (lagi), sayang sekali, Andy tidak menyinggung problem suara Silent Hill 2 yang dijalankan di komputer berprosesor majemuk (multiple processors). Jangan khawatir, saya sudah menuliskan cara mengatasi problem suara Silent Hill 2 di komputer multiple processor ini.

Silent Hill 2 memang layak untuk diulas ulang dan dimainkan lagi. Cerita yang dalam dan ‘lain’, kejutan cerita, kendali yang aneh, amunisi yang minim, suara yang mencekam, grafis yang grunge; semuanya membangun atmosfer horror yang hampir sempurna. Sudahkah Anda mencobanya?

Advertisements