Dead Space (2008): Horror di Antariksa

Sejak kecil, saya suka dengan hal-hal yang berbau antariksa. Eh, adakah anak laki-laki yang tidak menyukainya? Setelah beranjak remaja, minat saya bertambah ke hal-hal yang menegangkan: horror, suspense, dan thriller. Dead Space (2008) adalah kombinasi kedua minat saya itu: horror di antariksa.

Pesta Mutilasi Tubuh Necromorph

Pesta Mutilasi Tubuh Necromorph

Dead Space merupakan game survival horror yang bersetting di sebuah kapal ruang angkasa, USS Ishimura, pada tahun 2508. Entah bagaimana sebuah kapal yang (tampaknya) dijalankan oleh orang-orang kaukasian ini mengambil nama Jepang. Yang jelas, game bermula dari tibanya kapal USG Kellion yang datang untuk menyelidiki USG Ishimura yang mengirimkan sinyal bahaya saat menambang di planet Aegis VII. Misi kapal USG Kellion yang berkru Isaac Clarke, Zach Hammond, dan Kendra Daniels adalah menyelidiki apakah yang terjadi pada USG Ishimura. Malang, sistem USG Kelliion rusak, sehingga kru-nya harus mendarat di USG Ishimura.

Protagonis yang kita mainkan adalah seorang teknisi bernama Isaac Clarke. Ia seorang teknisi biasa, bukan jagoan a la Chris Redfield atau Leon Kennedy. Karena seorang teknisi, maka misi-misi yang dimainkan berkutat dengan memperbaiki ini, memperbaiki itu. Begitu saja? Tentu tidak, dalam melaksanakan misinya, ia akan diganggu makhluk-makhluk aneh yang disebut sebagai necromorph. Necromorph ini adalah kru Ishimura yang sudah terinfeksi oleh ‘sesuatu’ sehingga berubah menjadi kombinasi antara manusia dan alien. Untuk mudahnya, necromorph ini semacam zombie, namun alih-alih berujud mayat hidup, necromorph berujud kombinasi antara mayat manusia dan makhluk aneh. Cerita jadi agak lebih dalam karena Isaac pun mempunyai misi pribadi: berusaha menemukan dan menyelamatkan wanita yang ia cintai, Nicole Brennan, seorang kru medis Ishimura.

Karena seorang teknisi, senjata  yang dipakai Isaac pun sebenarnya bukan merupakan senjata. Lebih tepatnya, mereka adalah alat-alat teknik tambang yang bisa dijadikan senjata. Ada plasma cutter, line blade, rotary saw. Ini merupakan pengembangan yang unik dari senjata yang biasa dipakai dalam game. Senjata semacam baretta, magnum, sub machine gun, assault rifle adalah senjata yang sudah biasa dalam dunia game. EA Redwood Shores sebagai developernya cukup apik dalam ide ini. ‘Senjata’ ini pun bisa kita upgrade jika kita menemukan bench di Ishimura. Untuk mengupgradenya, kita membutuhkan node yang kita peroleh dari hasil kita membantai necromorph.

Percayalah! Laksanakan pesan ini! Petualangan Isaac akan lebih mudah

Percayalah! Laksanakan pesan ini! Petualangan Isaac akan lebih mudah

Dead Space juga menawarkan sesuatu yang baru dalam hal pembantaian musuh. Tembakan di kepala atau dada mereka hanya melemahkan mereka sedikit . Alih-alih menembak di kepala, anggota badan mereka harus diputuskan. Tangan, kaki, tambahan anggota badan seperti tangan yang runcing-runcing itu, sulur; semuanya harus dipotong dengan alat teknis Issaac agar mereka mati. Setahu saya, keharusan memutilasi musuh ini belum pernah ada pada game-game sebelumnya. Dalam proses potong-memotong ini, darah akan bermuncratan ke mana-mana. Pada necromorph yang sudah terkapar pun, kadang masih tampak darah yang memancar seperti air mancur.

Kengerian dalam game ini dibangun dengan cukup baik, bahkan menurut saya mendekati sempurna. Ishimura yang lengang dan gelap sangat mencekam. Seringkali  kita menemukan ceceran darah, atau jejak darah bekas korban yang diseret para necromorph. Kadang-kadang kita menemukan mayat-mayat yang bergelimpangan dengan genangan darah. Tidak hanya itu, kita kadang hanya menemukan sebagian dari sisa-sisa mayat itu: potongan kepala, potongan kaki, separuh tubuh bagian atas. Jika beruntung, kita juga bisa menemukan sisa kru Ishimura yang masih hidup dan tidak menjadi necromorph, tapi mereka sudah gila. Teknologi grafis yang sudah lumayan maju pada 2008 merupakan modal besar dalam membangun kengerian visual di Dead Space ini. Sudah tidak ada lagi darah muncrat agak kotak-kotak seperti di Resident Evil 1, 2, dan 3.

Tidak untuk yang mudah muntah melihat beginian

Tidak untuk yang mudah muntah melihat beginian

Kengerian visual ini masih ditambah lagi dengan kengerian audio. Para necromorph bersembunyi di atas sistem ventilasi Ishimura. Kadang-kadang kita mendengar dentang langkah mereka menjejak logam. Kadang-kadang kita mendengar geraman mereka dari arah samping belakang. Kadang-kadang kita mendengar suara wanita membisikkan sesuatu. Bisikannya tidak jelas, dan cukup mengganggu.

Kengerian ini masih ditambah efek kekagetan karena serangan necromorph. Kita tidak pernah tahu mereka akan menyerang dari mana. Mereka bisa menyerang dari atas, samping, dan belakang. Kadang-kadang, tiba-tiba saja Issaac sudah dikepung necromorph dari segala arah. Kekagetan ini masih ditambah lagi dengan sistem inventory yang berujud hologram mengambang secara real time. Jika kita ingin berganti senjata pada saat diserang, layar tidak serta merta membawa kita ke tampilan full screen sistem inventory layaknya Resident Evil 1, 2, 3, 4 atau Silent Hill 1, 2, 3 –yang mampu membuat kita istirahat sejenak memilih-milih senjata. Tidak, sistem inventory berujud hologram mengambang di Dead Space dijalankan secara real time dalam tampilan layar yang sama pada waktu kita diserang. Walhasil, waktu kita mengganti senjata, ada kesempatan necromorph menyerang kita, dan kita akan melihat serangan tersebut.

Inventory yang mengambang kayak gini tidak bisa dipakai istirahat sejenak

Inventory yang mengambang kayak gini tidak bisa dipakai istirahat sejenak

Pertarungan akan lebih menegangkan jika Isaac berada di ruang hampa udara atau ruang yang udaranya beracun. Oksigen yang ia gunakan akan menurun bersesuaian dengan lamanya ia berada di ruang tersebut. Hal ini berarti pemain harus menyelesaikan misi Isaac lebih cepat di ruangan tersebut. Di ruang hampa udara yang tidak punya gravitasi, kadang-kadang para necromorph melayang-layang bebas, tidak jelas menyerang dari mana.

Keunikan lain dari game ini adalah adanya modul stasis dan kinesis. Stasis digunakan untuk membekukan atau melambatkan sesuatu (bisa musuh, pintu, lift). Sedangkan kinesis digunakan untuk menggerakkan sesuatu atau mengambil lalu melemparkan sesuatu. Namun kinesis ini juga yang membuat saya merasa aneh. Masa untuk mengambil batere dan memasangkannya ke slot di dinding, Isaac harus menggunakan kinesis? Bukanlah lebih mudah untuk mengambilnya dan memasangkannya dengan tangan saja?

Cutscene yang tidak terpotong dari gameplay-nya. Sip!

Cutscene yang tidak terpotong dari gameplay-nya. Sip!

Satu hal yang saya suka dari game ini adalah cut scene yang tidak terpisah dari gameplaynya. Saat Isaac diajak ngobrol dengan kru USG Kellion lainnya, tidak ada perubahan sudut pandang kamera yang ekstrim sebagaimana terjadi misalnya di Resident Evil 4 atau 5. Hanya kadang-kadang kita tidak bisa mengendalikan kamera itu. Bahkan pada beberapa adegan dialog, kita masih bisa menggerakkan Isaac sementara Hammond mengajaknya ngobrol terus. Ini tampaknya berkaitan dengan Isaac yang memang tidak perlu ngomong alias memang didesain sebagai protagonis yang pendiam. Walaupun agak aneh, saya suka dengan ide protagonis yang pendiam ini. Biasanya protagonis digambarkan bisa ngomong, bahkan dengan agak sombong. Sekali lagi, EA Redwood shores membuat sesuatu yang berbeda.

Satu hal yang sangat mengganggu adalah kendali mouse yang agak susah. Isaac selalu saja terlambat mengikuti mouse yang saya  gerakkan. Pertama kali mengalami ini, saya kira spesifikasi komputer saya yang menyebabkan lag mouse seperti ini. Setelah baca forum game di sana-sini, konon, keterlambatan gerak Isaac ini memang disengaja developer agar tingkat ketegangan bertambah. Tentu saja ini menimbulkan pro kontra. Dan saya termasuk yang terakhir; kelompok yang lebih banyak daripada yang pertama. Ada beberapa cara untuk mengatasi hal ini, yaitu v-sync di game diset off, dan memaksa kartu grafis yang melakukan v-sync. Konon ada yang berhasil, ada juga yang tidak. Namun saya melakukan cara yang kedua: memakai emulasi Xbox controller. Banyak gamer yang berhasil mengatasi keterlambatan gerak Isaac ini dengan memakai controller Xbox. Bagi saya, controller Xbox masih merupakan barang yang mahal. Beruntung ada emulatornya. Berbekal gamepad abal-abal made in China, dan dengan aplikasi tambahan xboxce, selesailah masalah gerak Isaac yang terlambat.

Secara keseluruhan, inilah game pertama yang saya nilai memenuhi kriteria suram, gelap, dan berdarah-darah. Dalam arti letterlejk, memang demikianlah keadaan Ishimura: suram, gelap, dan penuh dengan cipratan darah. Dalam pemaknaan simbol, kesuraman dan kegelapan game ini dilambangkan dengan protagonis yang diam membisu, pencarian akan kekasihnya yang tak kunjung ketemu, dan ketidakberdayaannya untuk menentang perintah kru USG Kellion melakukan ini dan itu. Kadang saya bertanya-tanya, mengapa Isaac tidak langsung saja mencari Nicole dan masa bodoh dengan permintaan Hammond serta Daniels. Sisi berdarah-darah tercapai dengan keharusan memotong-motong anggota tubuh necromorph. Menembak kepala musuh saja sudah cukup sadis bagi sebagian orang. Bagaimana dengan keharusan memotong-motong?

Mengingatkan saya akan Krane: Si Pemburu Pembajak

Mengingatkan saya akan Krane: Si Pemburu Pembajak

Game ini sangat memuaskan kerinduan saya akan petualangan di antariksa yang berpadu dengan ketegangan. Grafis yang bagus mengingatkan saya akan komik antariksa pertama saya, Krane Si Pemburu Pembajak terbitan Indira. Komik yang terbit sekitar 30 tahun lalu ini sudah menampilkan gambar-gambar grafis goresan Lionel Bret yang halus bak hasil pengerjaan komputer. Sayang, komik ini dihilangkan teman SD saya. Kerinduan saya akan Krane yang hilang sedikit terobati dengan Dead Space. Sampai saat ini ditulis, Dead Space masih terinstall di PC saya setelah upgrade PC saya yang terakhir satu setengah tahun lalu. Dan saya masih ingin memainkannya lagi.

Judul: Dead Space
Genre: Survival horror, third person shooter
Rilis: 2008
Developer: EA Redwood Shores
Publisher: Electronic ARts
Platform: Windows, PS3, Xbox 360

Advertisements