Resident Evil 2 (1998): Game (Survival Horror) Pertama Saya

First Day in The Job

First Day in The Job

Saya tidak sengaja menemukan game ini. Waktu itu, saya bertandang ke rumah teman saya, dan menemukan CD PC game ini tergeletak di meja komputer teman saya. Tampaknya teman saya baru saja menginstallnya. Langsung saja saya meminjamnya dan menginstallnya.

Begitu melihat FMV awalnya, saya langsung terpesona. Ternyata ada juga yang membuat game horror seperti ini. Saya yang waktu itu belum tergila-gila dengan main game langsung jatuh hati. Grafis yang outstanding waktu itu, cerita yang gile bener, suasana kengerian yang intens, semuanya langsung merebut hati saya. Mulailah saya memainkan game survival horror pertama saya. Begitu terikatnya saya dengan game ini waktu itu, sampai beberapa kali bolos kuliah hanya demi memainkan game ini.

Game ini merupakan sekuel dari Resident Evil, game yang waktu itu saya belum pernah mendengarnya.  Seri kedua ini menceritakan Leon Kennedy, seorang polisi Raccoon City baru (rookie) yang baru saja tiba di Raccoon City. Entah ia tiba dari mana, sampai saat ini pun saya tidak tahu. Mungkin dia baru berangkat dari rumahnya yang berada di pinggiran kota Raccoon. Tidak hanya satu protagonis, selain Leon, ada juga Claire Redfield. Claire datang ke Raccoon City untuk mencari kakaknya, Chris Redfield, anggota pasukan khusus kepolisian, S.T.A.R.S, yang menghilang setelah insiden mansion di hutan Raccoon –yang ceritanya ada di Resident Evil pertama. Dengan dua protagonis ini, game ini termuat di 2 CD dengan 2 jalan cerita berbeda. Dengan demikian, kita bisa memainkan 4 kali cerita yang baru: Leon versi jalan cerita A, Claire versi jalan cerita B, serta Leon versi jalan cerita B, dan Claire versi jalan cerita A.

Dari segi cerita, baru kali ini saya mendapatkan game bergenre horror zombie apocalypse yang rada-rada sci-fi. Ceritanya bermula dari perusahaan bioteknologi bernama Umbrella yang mengembangkan beberapa tipe virus sebagai bakal senjata biologis dan ternyata bocor. Lalu penduduk Raccoon City pun terinfeksi, dan jadilah mereka zombie alias mayat hidup. Leon dan Claire harus berjuang keluar dari kota Raccoon di tengah mayat hidup yang berkeliaran.

Pesta ala Zombie di Raccoon City

Pesta ala Zombie di Raccoon City

This game contains explicit violence and gore. Itulah pesan yang muncul setiap kali kita akan main game ini. Dan begitulah kenyataannya. Adegan (mantan) manusia memakan manusia jelas sering terlihat, karena memang ini konsekuensi dari tema zombie. Dari acara makan ini, darah muncrat ke mana-mana, berceceran, serta menggenang. Jika protagonis tergigit zombie atau makhluk musuh lainnya, darahnya pun akan terlihat muncrat dari leher mereka. Begitu juga jika sang protagonis menembak zombie atau makhluk musuh lainnya, darah akan memancar dari tempat mereka tertembak. Walaupun demikian, untuk ukuran sekarang, darah yang muncrat akan terlihat semi kotak-kotak dan warnanya tidak merah darah, tapi agak muda begitu.

Walaupun penuh kekerasan dan darah, ketegangan yang mencekam tidaklah dibangun dari hal-hal tersebut. Resident Evil 2 (dan sebelumnya, sampai seri 3) membangun ketegangan lewat perasaan khawatir dan terteror akan apakah bahaya yang akan muncul selanjutnya. Hal ini didukung dengan keterbatasan teknologi jelajah 3 dimensi waktu itu. Tidak seperti game sekarang di mana kamera mengikuti terus gerak protagonis yang kita mainkan, Resident Evil 2 menempatkan kamera pada sudut pandang yang statis. Pada satu tempat, kamera mengambil gambar dari arah atas protagonis; pada tempat lain, ia mengambil dari depan; pada tempat yang lainnya lagi ia mengambil dari belakang. Dengan demikian, jika protagonis sampai pada sudut di mana ia harus berbelok, seringkali pemain tidak tahu apa yang menunggu di balik belokan tersebut. Perasaan khawatir ini diperparah lagi dengan terbatasnya amunisi dan paket obat yang tersedia. Konon, keterbatasan amunisi dan obat ini memang disengaja oleh pengembang game ini. Artinya, walaupun kita mendapatkan semua amunisi yang tersedia, tidaklah mungkin untuk membunuh semua musuh yang kita temui. Pasti akan kurang. Jadi, mekanisme melarikan diri dari musuh memang sesuatu yang harus dilakukan dalam game survival horror ini. Flight is a must, fight is something occasional.

Momen paling mengejutkan bagi saya dari game ini adalah saat Leon berada di kantor polisi, tepatnya di ruang interogasi. Anda pasti tahu dari film-film bahwa di ruang interogasi ada cermin yang sebenarnya merupakan jendela kaca satu arah. Nah, pada saat Leon memeriksa ruang interogasi inilah, seorang atau seekor makhluk memecah kaca cermin tersebut.  Kita tidak mengetahui makhluk ini sebelumnya, karena ia berada di sisi yang tidak terlihat dari cermin tersebut.

Yang membuat saya merasa aneh dengan game ini adalah desain kota Raccoon. Sangatlah aneh menemukan kota di mana untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya kita pasti bertemu dengan pintu yang harus kita buka. Kesannya seperti gang-gang sempit kawasan kumuh –seperti di Brazil pada Max Payne 3 saat ini. Atau memang Leon dan Claire terjebak di kawasan kumuh dari Raccoon City? Oke, saya maklum ini untuk mengatasi keterbatasan teknologi pada waktu itu, sama seperti yang diperbuat Konami di Silent Hill 1 dengan kabutnya yang tebal.  Hanya tetap aneh saja rasanya.

New Superheroes from Capcom

New Superheroes from Capcom

Selain merasa aneh dengan desain kota Raccoon, saya juga merasa tidak sreg dengan kostum protagonis. Kostum mereka terlalu super heroik. Apakah memang kostum anggota baru polisi kota Raccoon seperti itu? Bagaimana dengan polisi yang lainnya? Kita langsung bisa melihat kostum polisi lainnya pada 15 menit pertama dengan adanya zombie polisi yang berkeliaran. Kostum mereka sederhana sekali, jauh sederhana daripada kostum Leon yang seperti pasukan khusus. Ataukah polisi yang senior kostumnya malah biasa saja? Begitu juga dengan Claire. Kostum Claire juga beraroma super heroine. Dan semakin aneh dipadu dengan warna merah mudanya. Juga dengan Ada Wong. Agen rahasia menjalankan operasi khusus di tengah kota yang dilanda wabah dengan pakaian pesta pernikahan seperti itu? Parahnya, Ada Wong memakai pakaian serupa di Resident Evil 4, dan di versi layar lebarnya, Resident Evil Retribution (2012). Huft.

Secara keseluruhan game ini lumayan suram, gelap, dan mencekam. Bagi yang menyukai suspense dan keterkejutan, game ini cocok bagi Anda. Anda yang suka tema zombie juga mungkin akan menyukainya. Mendapatkan game ini secara legal saat ini mungkin susah. Anda bisa mencarinya di situs-situs berbagi. Itu pun untuk menginstallnya, Anda memerlukan trik-trik khusus. Beruntungnya, Anda dengan mudah bisa memainkan iso CD PS-nya dengan emulator secara enteng –sesuatu yang 15 tahun lalu susah diwujudkan. Saya pun masih memimpikan memainkan game ini lagi. File iso CD PS game ini masih tersimpan rapi di komputer saya dan siap untuk saya mainkan lagi suatu saat nanti.

Terus terang, game inilah yang membukakan minat saya terhadap main game. Sebelumnya, saya tidak tertarik untuk main game. Mungkin jika saya tidak menemukan game ini, saya tidak akan memainkan game-game lainnya. Dari game inilah saya tertarik untuk memainkan game horror lainnya. Dan dari game-game horror, mulailah saya mencoba game petualangan dan game shooter. Begitulah. Bermula dari Resident Evil 2 inilah, saya mantap menjawab bahwa salah satu hobi saya adalah main game.

Judul: Resident Evil 2
Rilis: 1998
Genre: Survival Horror
Publisher: Capcom
Developer: Capcom
Platform: Windows, PS1, GameCube

Advertisements